PEMIMPIN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA

YANG DIMILIKI SEKOLAH

Kemajuan suatu sekolah didukung oleh kemampuan pemimpin mengelola sumber daya yang dimiliki sekolah. Kaitannya dengan pengelolaan sumber daya sekolah atau aset SD Negeri 1 Duda Utara dibawah kepeminpinan Bapak I Wayan Bratha,S.Pd, sekolah kami sudah dapat mengelola sumber daya sehingga meraih prestasi ditingkat nasional. Pada kesempatan ini saya akan paparkan 7 aset yang dimiliki sekolah dan pemberdayaan yang sudah dilaksanakan pada beberapa aset tersebut.

beberapa aset tersebut.

1.    Modal Manusia

Modal sumber daya manusia jika dikaitkan dengan lembaga sekolah adalah guru, siswa, dan komite sekolah.

SD Negeri 1 Duda Utara atau nama sekolah kami kenal dengan SADURA didukung oleh 9 orang guru dimana 6 merupakan guru PNS, 2 orang guru kontrak dan 1 orang pengabdi. Keseluruhan guru kecuali kepala sekolah merupakan guru muda dibawah umur 40 tahun. Keunggulan guru di Sadura adalah memiliki solidaritas yang tinggi, semua menguasai teknologi informasi dan pengetahuan computer sehingga karena keunggulan tersebut beberapa prestasi dapat diraih diantarannya Juara 1 UKS Tingkat Provinsi dan mewakili Bali ke tingkat nasional tahun 2008, Juara 1 Sekolah Peduli Lingkungan Tingkat Provinsi Bali Tahun 2012, Sekolah Adiwiyata Nasional tahun 2015, Sekolah Adiwiyata Mandiri Tahun 2016 dan beberapa prestasi ditingkat kabupaten seperti lomba KRPL yaitu mengelola sekolah sebagai kawasan pangan lestari dengan perancang program Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Karangasem.



           Salah satu pendukung kemajuan SADURA adalah bantuan dari Komite yang selalu tanggap kepada keadaan sekolah, terakhir SADURA dibantu dalam hal pembuatan pagar yang amrol saat dilanda gempa bumi tahun 2017.

       Dilihat dari Input siswa, karena berada dilingkungan keluarga yang melek dengan kemajuan zaman siswa sangat creative dan beberapa kali siswa pernah mengarumkan nama sekolah dengan beberapa prestasi baik akademik maupun non akademik.


2.    Modal Sosial

Modal social yang dimiliki sekolah SADURA selain menjalin hubungan baik dengan beberapa lembaga pendukung kegiatan pendidikan seperti Pemerintah Desa, Puskesmas dan petugas keamanan, para guru juga selalu aktif dibeberapa kegiatan serta jabatan social lainnya seperti sebagai pengurus banjar, sebagai kordinator dan anggota LPM, BPD dan yang lainnya. Sehingga jika ada kegiatan yang membutuhkan pengerahan masa kami tidak kesulitan dan kami dapat berkolaborasi dengan pemerintahan desa kaitannya dengan pemajuan pendidikan.

Selain itu SADURA juga mengadakan kerjasama dengan beberapa LSM yang ada di Bali kaitannya dengan bantuan kesehatan dan buku dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, dokumentasinnya ada pada Link berikut : https://web.facebook.com/100000908902311/videos/pcb.2425411457499127/2425405540833052

https://balicaringcommunity.org/berbagi-ceria-dengan-anak-anak-di-sdn-1-duda-utara-selat-karangasem.html

      https://balicaringcommunity.org/pemeriksaan-kesehatan-anak-di-sdn-1-duda-utara-selat-   karangasem.html


3. Modal Fisik

                Jika diihat dari fisik sekolah, ini merupakan keunggulan utama kami, penataan sekolah yang rindang dan bersih menjadi pendukung kami menyadang gelar sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri yaitu sekolah yang memiliki program sendiri kaitannya dengan penyelamatan lingkungan yang diakui oleh 2 kementrian yaitu Kementrian Pendidikan Nasional dan Kementrian Lingkungan Hidup .



4. Modal Lingkungan

SD Negeri 1 Duda Utara berada di daerah pegunungan, berada di zone 2 gunung berapi Agung. Suasananya sejuk karena berada dikawasan kebun yang mayoritas ditanami pohon salak. Letak sekolah Jauh dari bebisingan karena memiliki akses jalan sendiri menuju sekolah.

Sektor pertanian salak merupakan pendapatan utama masyarakat pendukung pendidikan di SADURA. Selain menjadi petani salak 40 % penduduk menjadi buruh pengolahan batu hitam.

       Kaitannya dengan Modal Lingkungan, Sekolah kami pernah mengangkat 2 jenis isu lokal kaitannya dengan Sekolah Adiwiyata Mandiri adapun isu local tersebut : 1) Limbah Batu Padas. Limbah hasil potngan batu yang berupa serbuk padat sulit diurai  ketanah sehingga jika dibuang sembarangan akan merusak tanah. Oleh karena itu sekolah mencoba mengolah limbah batu tersebut menjadi kerajinan seperti patung, pas bunga, pot bunga dan patung relief yang dipakai untuk menghias sekolah. 2) Salak Bali. Saat musim harga salak biasanya sangat murah dan tidak ada yang membeli. Untuk mengantisipasi hal tersebut kami mencoba melatih anak- anak untuk dapat memanpaatkan salak sebagai olahan yang tidak mudah rusak yaitu seperti selay salak, keripik salak, dan diodol salak. Narasumber dari kegiatan ini adalah salah satu penerima Penghargaan Presiden yaitu Adi Karya Mandiri yaitu Adi Guna Harapan dimana pemilik usaha tersebut merupakan anggota komite sekolah kami.

https://drive.google.com/file/d/1lRUlwU8rLCa-7eb-x3sI4xlKWRn33-sF/view?usp=sharing 

       Dalam upaya membekali siswa dengan lifeskill yang berbasis kearifan local, sekolah kami juga melatih siswa  keterampilan pemberdayaan lingkungan sehingga memiliki keterampilan mengelola aset yang dimilikinnya.


5. Modal Finansial

Kaitanya pendanaan di sekolah, sebagian besar kegiatan didanai dana BOS regular, karena memiliki siswa di atas 160 orang besaran dana bos cukup untuk mengelola pendidikan yang direalisasikan dengan 8 standar pendidikan.

Selain dana BOS, Sadura dibantu dari Cukai Kantin sekolah, dimana bangunan kantin disediakan sekolah dan kegiatan kantinpun selalu dalam pengawasan sekolah. Semua kelas dilengkapi dengan kotak peduli, sehingga ketika ada kegiatan urgent misalnya menyumbang bencana alam, ada yang sakit, membuat pameran dikelas, merayakan kenaikan kelas bisa menggunakan hasil dari pengumpulan kotak peduli tersebut.

       Terobosan yang pernah kami rancang dalam menyikapi kondisi pendanaan sekolah, karena sering mendapat kunjungan studi banding dari luar daerah adalah dengan membuat program penggalian dana dengan kupon undian beradiah yang kami laksanakan bertepatan dengan perayaan ulang tahun sekolah. 


Hasil dari kegiatan tersebut dapat menompang kegiatan yang tidak bisa dianggarkan melalui dana BOS. Dokumentasi kegiatan studi banding ada pada link berikut : https://youtu.be/LIuFTskRgxQ

6.    Modal Politik

            Kitannya dengan modal politik, kami menyikapinya dengan selalu berkarya dan mendokumentasikannya serta mengunggahnya ke media social sehingga sekolah kami dikenal oleh pejabat sehingga ketika kami mebutuhkan suatu bantuan gaum kami diketahui oleh dinas terkait. Karena program kami selalu dimuat di media social, sekolah kami beberapa kali diundang oleh dinas terkait yang memiliki program yang sama yaitu kaitannya dengan program peduli lingkungan hidup.

7.    Modal Agama dan Budaya

Keterkaitan Agama dan budaya kami yaitu budaya Bali sangat khas sekali, sehingga untuk melestarikannya kami menyusun program ekstra kurikuler berbasis Budaya Lokal seperti : Mejejaitan, Darma Gita, ngender dan pelestarian budaya lainnya. Untuk mengadakan efaluasi kegiatan tersebut kami merancang kegiatan gebyar kreativitas yang kami laksanakan bertepatan dengan penerimaan raport anak di semester II.

Dokumentasi kegiatan ada pada link berikut : https://web.facebook.com/subrata.brait/videos/2237632312943710














Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berbagi Pemahaman Merdeka Belajar

aksi nyata 1.1